Minggu, 14 Maret 2010

Favorit

  • Seno Gumira Ajidarma adalah sastrawan, fotografer, dan kritikus film Indonesia. Karya-karya sastranya meliputi kumpulan cerpen, drama, novel, dan komik. Ia lahir di Boston, tanggal 19 Juni 1958. Cerpen-cerpennya muncul di harian Kompas, Media Indonesia, Republika, Koran Tempo, Majalah Matra, Djakarta!, Horison, dan Latitute. Selain menulis, ia juga mengajar di IKJ pada mata kuliah Penulisan Kreatif dan Kritik Film. Buku-bukunya yang diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama adalah Sebuah Pertanyaan tentang Cinta, Atas Nama Malam, Kematian Donny Osmond, dan Sepotong Senja untuk Pacarku. Cerpen "Sebuah Pertanyaan untuk Cinta" pernah difilmkan dan ikut serta dalam festival film JIFFEST (Jakarta International Film Festival). Karya SGA lainnya, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Saksi Mata, Wisanggeni Sang Buronan, Negeri Senja, Kalatidha, Biola Tak Berdawai, Penembak Misterius, Iblis Tidak Pernah Mati, dan Dunia Sukab.
  • Alberthiene Endah dikenal sebagai penulis yang sering membuat biografi tokoh Indonesia. Wanita kelahiran Bandung, 16 September ini pernah menulis biografi Krisdayanti dalam Seribu Satu KD, politikus Dwi Ria Latifa, raja sinetron Raam Punjabi, dan penyanyi Chrisye. Sarjana Sastra Belanda lulusan UI ini juga menulis cerita/skenario untuk pergelaran drama musikal Guruh Soekarno Putra, bertajuk Mahadaya Cinta. Selain biografi, ia juga menulis novel. Novel buah karyanya antara lain Jodoh Monica, Cewek Matre, Dicintai Jo, dan Jangan Beri Aku Narkoba… (JBAN) yang difilmkan dengan judul DETIK TERAKHIR. Mei 2005, JBAN terpilih sebagai Juara Pertama Adikarya Award 2005 IKAPI. Sebelumnya, novel ini juga mendapat penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Fan Campus dalam upaya pemberantasan narkoba. Alberthiene memiliki pengalaman delapan tahun bekerja di majalah Femina, kini penulis bekerja sebagai Redaktur Pelaksana majalah Prodo. Ia juga mengajar jurnalistik di Indonesia International Fashion Institute dan membentuk sekolah menulis FUN WRITING bersama Guruh Soekarno Putra.
  • Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti.Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa. Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.
  • Untuk kategori manga, aku suka karya-karya Kyoko Hikawa. Ada beberapa komik perempuan kelahiran 15 Februari 1957 ini yang aku koleksi, salah satunya via e-book yang aku scan sendiri. Kyoko yang lahir di Osaka, Jepang ini lebih banyak membuat manga ber-genre romance alias romantis alias serial cantik. Kyoko sangat menyukai kucing dan tidak cukup cuma satu ekor dipunyainya. Salah satu kegiatan favoritnya adalah melakukan sesuatu yang berguna untuk rumahnya. Kyoko membenci kecoak dan nyamuk. Beberapa karyanya: Serial Chizumi dan Fujiomi (Angin Musim Gugur, Pastel Mood, dan Golden Book), Dunia Mimpi (Far Away), Mr Friday, Girls, Miriam, Romantic Dream, Harmoni, dan Di Balik Jendela Putih. Satu lagi yang baru-baru aja terbit dan sampai sekarang belum jelas kelanjutannya, Fairy Tales: Motif Brocade.
  • Yu Asagiri, terlahir dengan nama Yuriko Takano yang juga bisa ditulis Yu Asagiri. Asagiri adalah penulis manga asal Tokyo, Jepang. Debut manga pertamanya pada 1976. Asagiri menerima Kodansha Manga Awarda pada 1987 untuk karyanya berjudul Nana Iru Majikku atau Seven Magic Flowers. Karyanya yang lain: Kakakku Sayang, Min-Min, Album Kenangan, Greatman, dan My Hero.
  • Yoko Matsumoto, satu lagi mangaka yang aku suka. Beberapa bukunya aku koleksi, dan setiap ada buku baru, aku usahakan dapat buat tambah-tambah koleksi. Yoko bagus dalam membuat cerita misteri. Beberapa karyanya: Cinderella Express, Strawberry, SOS, Door House, Black Collection, Missing Face, dan Death Massage.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar