Selasa, 04 Mei 2010

Album Foto

Halo...


<--- hey, it's me!




(up) with -->
my dad, my grandpa-ma









yihaaa, me and me again! thanks to mom..

Selasa, 16 Maret 2010

Tahukah Kamu...

apa arti bintik-bintik putih pada kuku?
Bintik-bintik putih yang sering nampak tersebar pada kuku jari, adalah tanda bahwa kuku itu memar atau luka. Tapi sebelum orang mengenalnya sebagai suatu kondisi kesehatan, orang-orang memberi arti lain pada bintik-bintik putih itu. Pada jempol, berarti pemiliknya akan menerima hadiah. Pada jari telunjuk menandakan jumlah sahabat di pemilik. Pada jari tengah artinya jumlah musuh yang dipunyai. Sedangkan di jari manis, berarti pemiliknya akan menerima surat dan di jari kelingking menandakan pemiliknya akan pergi berkelana.

mengapa pria berjalan di sisi jalan?
Apabila ada seorang pria berjalan bersama seorang wanita di trotoar, si pria akan berjalan di sisi dekat jalan. Sementara si wanita berjalan di sisi dalam. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi si wanita dari senggolan kendaraan. Tapi dulu, maksudnya lain. Di abad ke-16 di Inggris, rumah-rumah di sana belum memiliki saluran air dalam rumah, seperti toilet dan bak cuci piring. Mereka memergunakan panci sebagai tempat air kotor dan sampah. Untuk membuangnya, cukup menuangkannya dari jendela loteng ke selokan. Oleh sebab itu, berjalan bersisihan kadang berbahaya. Maka si pria akan menunjukkan 'kejantanannya' dengan berjalan di dekat sisi jalan, jika dia bersama seorang wanita. Dengan begitu, bila ada orang yang ceroboh membuang sampah ke jalan, si pria yang akan kena!

ramalan Nostradamus
Nama lengkap Nostradamus adalah Michel De Nostradame, yang dilahirkan di Kota Provence, Prancis, pada 1503. Ketika kecil dia dikenal sebagai anak yang cerdas. Dari neneknya ia belajar bahasa Ibrani dan ilmu Astrologi. Setelah dewasa, Nostradamus belajar ilmu Kedokteran di Universitas Montpellier. Sewaktu berkecamuk wabah penyakit menular di kotanya, Nostradamus dikenal sebagai dokter yang pandai menyembuhkan penyakit dengan cara-cara penyembuhan modern. Namun nasibnya malang. Dia justru gagal menyembuhkan anak istrinya sendiri dari bahaya maut karena penyakit menular itu.
Karena sedih, Nostradamus mengembara selama bertahun-tahun. Akhirnya dia menikah lagi dan menetap di Kota Salon. Pada 1550, dia menerbitkan almanak-nya yang pertama, yang memuat ramalan untuk tahun berikutnya. Karena dianggap berhasil, ia menerbitkan almanak-nya setahun sekali. Salah satu ramalannya yang paling populer dan terkenal disebut The Centuries, yang terdiri dari 100 Quatrains. Sebuah Quatrain terbuat dari syair-syair empat baris. Centuries tidak mengacu pada kalender tahunan, akan tetapi pada satu seri 100 Quatrains. Di dalam ke-100 syair inilah Nostradamus meramal kejadian-kejadian sejak zamannya sampai akhir dunia alias kiamat nanti. Menurutnya, kiamat akan terjadi pada 3797 (berbeda dengan ramalan Bangsa Maya yang menghebohkan, sampai ada film 2012 itu ya)
Legenda ramalan Nostradamus banyak yang menganggap ramalan itu tepat dan benar. Namun tidak sedikit yang menganggapnya bohong besar. Bahkan Nostradamus dianggap pengikut setan. Banyak kejadian bersejarah yang diramal benar oleh Nostradamus. Misal saja, munculnya tokoh-tokoh seperti Adolf Hitler, Napoleon, Anwar Sadad, dan lain-lain. Namun tidak jarang pula ramalannya meleset alias tidak benar.

beberapa tahayul terkenal
Dalam ribuan tahun yang lalu, sebelum ada penjelasan ilmiah untuk banyak kejadian, banyak orang hanya menerka apa yang menyebabkan sesuatu itu terjadi. Misal saja, manusia gua yang terkaget-kaget ketika melihat matahari yang seharian bersinar terang, tiba-tiba tenggelam di sore hari dan hari menjadi gelap. Atau bibit yang ditanamnya tumbuh menjadi pohon tinggi. Penjelasan itu dulu tidak pernah mereka dapatkan. Akhirnya muncul beberapa tahayul, yang mereka anggap bisa menjelaskan keadaan itu.
Pertama, angka 13, terlebih hari Jumat tanggal 13. Konon tahayul ini berasal dari dongeng Norse kuno. Alkisah, Dewi Freya diusir karena dianggap tukang sihir. Setiap hari Jumat, hari yang dikenal sebagai hari sabat para tukang sihir, ia bertemu dengan 11 tukang sihir dan satu iblis, sehingga jumlahnya menjadi 13. Pertemuan yang mengerikan.
Tahun 1987 dianggap sebagai tahun yang menakutkan bagi para penderita Triskaidekaphobia atau takut angka 13. Di tahun itu, hari ketiga belas jatuh pada hari Jumat sampai tiga kali dalam satu tahun, yakni Februari, Maret, dan November. Para triskaidekaphobia ini menganggap tahun itu banyak membawa bencana. Kepercayaan ini akhirnya menjadi tahayul sampai sekarang. Orang-orang menghindari bepergian pada tanggal 13. Begitu pula menghindari jamuan makan yang pesertanya 13 orang. Di Paris, panitia bahkan mengupah satu orang sebagai orang ke-14, agar pesertanya tidak 13 orang. Kombinasi antara angka 13 dan hari Jumat dianggap sebagai hal yang banyak menimbulkan kesialan. Karena di zaman itu, hukum gantung selalu dilaksanakan pada hari Jumat. Sehingga hari Jumat dikenal sebagai Hangman's Day alias hari hukum gantung. Setiap tahun pasti memiliki paling sedikit satu kali tanggal 13 pada hari Jumat.
Berikutnya, ada tahayul yang mengatakan kita tidak boleh berjalan di bawah tangga terbuka. Tahayul ini mengandung nasihat baik. Sebab tangga tidak diketahui kapan jatuhnya, serta palu atau ember cat dapat jatuh dari tangga dan menimpa orang.
Begitu juga dengan tahayul mengapa kita tidak boleh membuka payung di dalam rumah. Payung yang dibuka di dalam rumah bisa menyenggol isi rumah, seperti lampu dan hiasan, serta perabotan lain. Banyak yang menganggapnya sebagai nasib buruk, padahal logikanya cuma keteledoran.
Tahayul lain menyebutkan nasib buruk akan menimpa kalau kita memecahkan cermin. Alasan yang tepat adalah cermin pecah dapat mengganggu dan membahayakan jika tidak dibersihkan, kita bisa tergores kepingan kacanya, terutama bila terjadi karena kelalaian. Pada zaman kuno, cermin sangat jarang dan harganya mahal, sehingga menjadi barang berharga. Bagi banyak orang, ketika itu, tampaknya cukup ajaib mereka dapat melihat bayangan mereka sendiri di sepotong kaca. Sehingga, jika kaca itu pecah, mereka takut roh mereka terluka dan mereka akan jatuh sakit. (dari berbagai sumber/*)

Hepi B'day!

Ingin tampil beda ketika mengucapkan 'selamat ulang tahun' atawa 'hepi birthday' untuk yang paling disayang? Ini beberapa ucapan met ultah yang aku kutip dari sebuah majalah remaja:
- Brasil
Bahasa resmi di negara ini adalah Portugis. Salah satu ucapan ultah-nya kira-kira begini: Parabens pra voce nesta data querida, muitas felicidades e muitos anos de vida. Artinya: selamat ulang tahun, selamat sejahtera kami doakan, selamat panjang umur dan bahagia.
- India
Dalam bahasa resminya yaitu Hindi, ultah ala negeri Bollywood ini (dalam bahasa latin): aap ka janamdin wah din hai jo ishwar ne kewal aap ke liye banaya hai. Janamdim Mubarak, yang artinya: hari ulang tahun adalah hari yang telah ditakdirkan Tuhan untuk kamu. Selamat ulang tahun.
- Korea
Ini nih negara yang paling aku suka artis-artisnya (ganteng-ganteng bo! Apalagi macam Jae He tuh. Tapi lama-lama aku lihat Jae He kok jadi mirip si Sule ya, hihihi!). Dalam bahasa Korea, met ultah bisa seperti ini: seng-il chuka hamnida, artinya sangat simple: selamat ulang tahun.
- Cina
Film-film dari negeri Ginseng ini juga cakep-cakep, tapi yang paling aku suka justru yang macam Jet Li dan Jacky Chan (kagum aja sama beladirinya). Ucapan ultah dari negeri Tirai Bambu ini: kung si seng jre kwai le, yang artinya selamat ulang tahun.
- Belanda
Ada beberapa variasi ucapan ultah dari negeri yang pemerintahnya pernah menjajah kita ratusan tahun ini. Seperti: van harte gefeliciteerd met je verjaardag (selamat ultah), nog vale jaren (semoga panjang umur), tuurlijk herinner ik me jouw verjaardag, hoor! Dit is de kaart! Ik ben hem bijna vergeten! Gefeliciteerd! (tentu aku ingat ultahmu! Ini dia kartunya! Hampir saja aku lupa! Selamat ya!). Atau: dat je maar een ouwe taaie mag worden, yang artinya: semoga kamu menjadi orang yang tahan uji.
- Bangladesh
Dalam bahasa resmi Benggali, met ultah ditulis: shubho jonmodin. Subhechcha (selamat ultah. best wishes)
- Prancis
Negara yang terkenal dengan berbagai tempat romantis ini memiliki ucapan ultah yang cukup lucu: il faut mieux tu duviens d'etre gourmande aujourd'hui. Vite, gagne le bon gateaux! Bon anniversaires! Yang artinya: sekarang saatnya kamu jadi rakus. ayo sikat kue-kue enak. selamat ultah.
- Jepang
Ucapan dari negara yang terkenal dengan teknologinya ini, salah satunya: otanjoubi omendetou gozaimasu (selamat ultah). Atau: akai bara, wa iidesune. Kado wa osoi gomenne. Demo, otanjoubi omedetaou (rose are red, cactus are prickly. Sorry, this card didn't get there more quickly. Happy birthday)
- Italia
Ada beberapa ucapan ultahnya: per il tuo compleanno rilassati e pensa solo a...festaggiarlo alla grande! Tantri auguri (di hari ultahmu, bersantailah dan pikirkan seja tentang...pesta yang meriah! selamat ultah), atau: e'il tuo compleanno! Tantri auguri e buon divertimento! (hari ini ultahmu. selamat ultah dan bersukacitalah)
- Jerman
Ucapan ultahnya cukup panjang nih! Kuatir juga, jangan-jangan ada huruf yang ketinggalan: hoch soll sie leben, hoch soll sie leben, drei mal hoch...ich wuensche dir zu einem glueckwuensche geburtstag. Wann und wo wollen wir zusammen? Ich warte auf deine einlandung, yang artinya: panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya...saya ucapkan selamat ultah yang berbahagia. kapan dan di mana kita makan bareng? ditunggu lho traktirannya!. (*)

Senin, 15 Maret 2010

Ketika Harga BBM Naik

“TURUNKAN harga BBM!!!”
“Bangsa kita sudah menderita, kenapa dibikin lebih menderita?!”
“Tidak adakah pemerintahan yang lebih manusiawi dan merakyat?!”
Di bawah sengatan sang surya tepat pukul dua belas, puluhan mahasiswa melakukan aksi demo di bundaran di tengah kota. Dengan harapan suara mereka yang juga menyuarakan suara rakyat miskin didengar oleh mereka yang di atas.
“Wahai pemerintah, dengarkanlah keluhan kami!”
“Lihatlah ke bawah! Jangan enak-enakan duduk di atas!”
Spanduk dan poster dengan tulisan yang lebih banyak mengecam pemerintah berjejer di depan para pendemo. Andaikan mereka bisa bersuara, pasti mereka juga ikut berteriak-teriak.
“Jul, suaramu habis?”
Juli tertawa. “He-em, lumayan, Ko!”sahutnya. “Dua jam teriak-teriak, nih!”
“Tapi rekan-rekan yang lain semangat sekali ya?”
Juli mengangguk-angguk. “Turunkan harga BBM! Hei, ayo yang semangat dong Ko!”
Eko kembali berteriak-teriak sambil menggoyang-goyangkan poster yang dibawanya mengikuti jejak Juli. “Eh kamu jadi pulang akhir pekan ini?”
“Jadi. Mbok Warsih sudah dua kali kirim surat. Memang kenapa?”
Eko tergelak. “Mai dikawinkan kali! Hahahaha! Wah nggak bisa ikutan demo lagi nih! Aku kesepian, dong!”
Juli hanya mencibir.

“Ada apa Mbok? Baru lima bulan saya tidak pulang, Mbok sudah kelimpungan.”
Mbok Warsih tidak langsung menjawab. Tangannya sibuk memindahkan air dari gentong ke panci. Kemudian menyalakan kompor dan meletakkan panci itu di atasnya.
“Bikin apaan sih Mbok?”
“Menjerang air Non. Mau mandi air hangat, kan?”
“Iya. Eh pertanyaan saya tadi kok nggak dijawab Mbok?”
Mbok Warsih geleng-geleng kepala. “Akhir-akhir ini perasaan Mbok sering tidak enak. Mbok pernah bermimpi Non Juli diseret orang-orang berseragam. Seram-seram Non! Saya selalu takut kalau ingat itu.”
Juli tertawa. “Cuma mimpi aja Mbok. Buat apa dipikirin?”
“Non ikut-ikutan demo itu ya? Mbok pernah lihat di teve-nya Wak Jamil. Aduh jangan Non! Non itu perempuan, ndak usah neko-neko!”
“Lho kalau perempuan terus tidak boleh? Mbok, saya juga ingin membela kepentingan rakyat, membela orang-orang yang menderita karena keputusan pemerintah yang tidak adil.”
“Waduh Non. Mbok jangan dikasuh omongan kayak gitu. Mbok ini cuma lulusan SD, ndak ngerti apa-apa.”
“Nah makanya Mbok tidak usah melarang saya. Yang saya dan teman-teman lakukan untuk kebaikan semua orang, Mbok.”
“Mbok ini hanya melaksanakan amanat dari almarhum kedua orang tua Non Juli. Beliau pernah berpesan agar Non baik-baik sekolahnya, cepat lulus, lalu kembali ke kampung Non. Membangun kampung kita ini, seperti yang dilakukan bapak Non.”
“Lalu kawin, Mbok? Hahahaha….!! Mbok, Mbok…” Juli meninggal Mbok Warsih dengan tawa berkepanjangan.

“Mau ikut Jul?”
“Ke mana? Traktiran di KFC?”
“Gundulmu! Turun ke jalan! Anak-anak mau orasi lagi tuh!”
Juli memandang semangkok baksonya yang belum habis. “Gimana ya? Aku harus pulang ke rumah Ko. Ada perlu.”
“Pulang melulu! Mau dikawinin sama siapa kamu? Cepetan! Ikut nggak?”
“Iya, iya! Ceriwis!” Juli menyusul Eko yang sudah jalan lebih dulu.
Kembali teriakan-teriakan itu memenuhi udara pusat kota di bawah terik sinar matahari. Dengan pelu bercucuran dan tanpa putus asa, para mahasiswa menyuarakan tuntutan mereka. Aksi mereka malah menjadi tontonan gratis orang lewat.
Di tengah semangat berkobar itu, tiba-tiba puluhan aparat keamanan menyerbu kerumunan pendemo itu. Mereka langsung semburat menghadapi serang dadakan itu. Semua kocar-kacir.
“Heh, demo kita ini tanpa izin ya?” seru Juli di tengah hiruk-pikuk suasana.
Ako angkat bahu. “Aku nggak ngerti. Udahlah, yang penting menjauh dulu!” Eko menyeret tangan Juli agar lari lebih cepat. Dia juga berusaha menyelamatkan rekannya yang nyaris digebuki aparat.
Dor! Dor! Dor!
“Gila, mereka pakai senjata! Dipikirnya kita teroris apa? Benar-benar gila!” seru Eko. “Sana Jul! Jangan pikirkan aku. Kamu lari duluan sana!”
Juli berlari di antara sekian banyak orang yang juga berlarian simpang-siur. Mereka saling bertabrakan, tersandung, bahkan ada yang tertangkap. Dan tiba-tiba saja Juli merasakan panas menembus punggungnya dan seketika itu juga dia terjungkal.

Mbok Warsih menyalakan lampu templok di teras rumah. Matanya mengamati ke ujung jalan, mencari-cari sosok yang seharian ditunggunya.
“Mana tho? Non Juli bilangnya mau pulang hari ini. Kok yo belum datang-datang?” Kemudian Mbok Warsih masuk ke dalam. Digelarnya tikar di atas bale bambu.
“Padahal mau aku kenalkan ke anak Pak Lurah yang baru saja jadi sarjana itu. Siapa tahu mereka jodoh. Tapi sampai sekarang Non Juli belum pulang. Apa besok ya?” gumamnya sendiri. Lima menit kemudian Mbok Warsih terlelap.

Potongan koran edisi dua hari yang lalu melayang diterbangkan angin, lalu jatuh pelan di atas genangan air di pinggir jalan.
Aksi demonstrasi mahasiswa di kota A kali ini memakan korban. Juliawati Adiningrat, seorang mahasiswi dari sebuah PTS terkenal di kota A, terkena tembakan nyasar aparar keamanan yang berusaha membubarkan massa. Peluru karet aparat mencederai punggung mahasiswi tersebut. Juliawati meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.
Air mulai merembes ke seluruh permukaan kertas. Tidak berapa lama kertas itu pun tenggelam.

* * *

Jawa Pos, 4 Februari 2003

Perempuan Gila Itu

PEREMPUAN muda di depanku berdiri limbung. Namun tongkat bambu di tangan kanannya berhasil menopang tubuh kecilnya agar tidak jatuh. Tanpa merasa perlu peduli dengan sekitar, ia mulai membungkuk, mengorek-ngorek tempat sampah yang setengah terbuka. Sesekali menarik rambut gimbalnya, sesekali menggaruk pahanya yang hanya ditutupi kain compang-camping, dan sesekali mengomel pada orang lewat.
Aku memandang trenyuh.
Lima menit kemudian perempuan itu berdiri tegak. Tangannya bergerak-gerak seolah mengisyaratkan kalau ia tidak menemukan yang dicarinya. Lalu ia beralih ke tempat sampah yang lain.
“Gimana, Nis? Aku ingin kenalan dengan ayah ibumu, Nis. Anis?”
Aku terkejut. Cukup lama juga aku mengacuhkan kehadirannya di sebelahku.
“Lihat apa?”
“Eh eng, pengamen…”
“Pengamen? Sudah lima belas menit kita duduk di sini, tidak ada aku lihat pengamen. Itu, ya? Cuma perempuan gila!”
Perempuan gila? Itukah sebutan yang pantas untuknya?
“Kasihan juga ya? Paling usianya baru dua puluh-an.”
Kasihan?

Usia kami Cuma terpaut empat tahun. Sejak TK dia sudah dekat denganku, karena aku yang selalu bertugas mengantarnya ke sekolah. Bila malam, aku yang menemaninya belajar. Dan aku yang selalu tidur dengannya, bila dia sakit.
Dia. Adikku, Ambar.
Sepasang mata itu selalu bersinar penuh harapan, penuh kemauan, dan cinta. Yang terakhir aku masukkan karena dia sangat menyayangi semua kucingnya. Dia selalu punya alasan agar kelima kucingnya tidak dibuang ke jalanan oleh ibu.
Kucing adalah makhluk Tuhan juga dan sudah kewajiban kita untuk melindungi makhluk Tuhan yang lemah. Bila Ibu membuang kucing ini ke jalanan, siapa yang akan memberi mereka makan? Bukankah itu sama dengan membunuh makhluk tidak berdosa?
Dan ibu tidak akan bisa melarang lagi.
Aku merasa dialah kakakku karena semua sifat dan sikapnya jauh lebih dewasa daripada aku. Dia yang lebih sering memecahkan masalahku daripada aku yang membantu memecahkan masalahnya. Ambar gadis yang baik.
“Mbak, Ambar ingin hidup di luar rumah. Ambar ingin hidup mandiri. Gimana menurut Mbak?” Tiba-tiba ia mengutarakan keinginannya untuk kos.
“Sudah tahu susahnya hidup di kos?”
“Teman-teman Ambar banyak yang cerita, katanya enak, Mbak!”
“Mau nyuci sendiri? Memasak sendiri?”
“Kalau Ambar malas nyuci, bisa ke laundry. Kalau malas masak, bisa beli di warung. Lagipula sekolah Ambar cukup jauh dari sini.”
Ambar pintar meyakinkan orang sehingga orang percaya dengan kemampuannya. Akhirnya setelah lima kali mendesak ayah dan ibu, Ambar diperbolehkan kos di dekat SMU-nya. Dengan catatan: setiap akhir pekan Ambar harus pulang. Aku mendukung saja keputusan kedua orang tuaku.
Selama empat bulan Ambar tinggal di kos, rumah menjadi sepi. Yang menjadi korban adalah aku. Aku harus menambah rutinitis pagi dan sore dengan memberi makan dan susu kelima kucing kesayangannya. Menghitung mereka satu-satu bila ayah sudah mulai menutup pintu pagar. Tapi tiap akhir pekan Ambar pasti pulang, dan tugas itu kukembalikan padanya.
Suatu hari di bulan Juli, aku membaca kasus pemerkosaan siswa SMU yang terjadi di sekitar sekolah Ambar.
“Siswa itu kakak kelas Ambar, Mbak. Kalau pulang sering larut malam karena mengerjakan tugas di sekolah. Dan pulangnya sering sendirian. Lewat kebun tebu di belakang sekolah Ambar itu lho…”
Ayah dan ibu langsung membekali jiwa adikku dengan berbagai wejangan dan larangan. Hati-hati kalau bergaul. Jangan asal dekat dengan orang yang baru kamu kenal. Jangan pulang sendirian kalau malam. Dan masih panjang lagi…
“Hati-hati!” Aku hanya berpesan begitu.

Dan suatu hari di akhir pekan bulan Oktober, Ambar tidak pulang. Kedua orang tuaku kelabakan. Ambar tidak pulang tanpa pesan. Kami cari ke sekolahnya. Beberapa temannya bilang kalau Sabtu lalu Ambar bilang akan pulang. Dia bahkan membawa tas ranselnya ke sekolah. Kami pun semakin bingung. Ayah sampai memasang iklan di kotan karena tiga hari Ambar menghilang.
Seminggu setelah hilangnya Ambar, seorang temanku membawa potongan koran edisi terbaru. Katanya ada berita yang mungkin aku butuhkan.
Seorang gadis (16 tahun) yang diduga menjadi korban pemerkosaan ditemukan salah seorang penduduk di kebun tebu, di belakang SMU 12. Korban dalam keadaan shock dan tidak bisa berbicara dengan baik. Tidak ada kartu identitas yang…
Ya, Tuhan! SMU 12! Itu sekolah Ambar. Segera aku kabari kedua orang tuaku dan kami segera menuju kantor polisi yang tertulis di berita koran itu, untuk memastikan.
“Ambar? Ingat sama Mbak, kan?”
“Ambar, ini Ibu, Nak? Nak, ingatlah kami!”
Keadaan Ambar sangat mengenaskan. Sekujur tubuhnya memang ditutupi kain panjang tapi aku bisa melihat apa yang sudah terjadi dengan adikku. Seragam sekolahnya sudah tidak layak disebut pakaian lagi. Kancing kemejanya semua hilang. Roknya robek sampai pangkal paha dan aku melihat banyak bercak darah di lututnya.
Ibu berlinangan airmata, sedangkan ayah hanya duduk diam. Tapi aku tahu ayah sangat terpukul. Aku memilih tinggal di sudut, sendirian memandangi adikku yang seperti orang linglung. Kenapa semua ini menimpa gadis manis dan baik seperti Ambar?
Polisi mengusut peristiwa itu. Akhirnya ditemukan pelakunya adalah siswa-siswa sekolah Ambar juga. Tiga orang pelakunya adalah kakak kelas Ambar yang sudah lama menyukainya. Saat hari naas itu, mereka bertiga agak mabuk dan kebetulan Ambar sedang sendirian. Tanpa merasa curiga, Ambar ikut naik mobil mereka dengan janji diantar sampai rumah.
Kami membawa Ambar pulang. Mungkin dengan begitu dia akan ingat keluarganya lagi. Paling tidak ia akan ingat dengan kucing-kucingnya. Namun harapan tinggallah harapan. Keadaan adikku sama sekali tidak berubah, bahkan tingkahnya kian menggila. Suka memecahkan barang keramik di rumah, berteriak-teriak di jalan, atau mengenakan pakaian tidak pantas.
Dan puncaknya, setelah seminggu di rumah, Ambar kabur entah ke mana.

“Kamu sudah bilang kalau sudah punya pacar kan?”
“Sudah. Aku sudah ceritakan ke ayah dan ibu.”
“Berarti aku sudah boleh ke rumahmu?”
Aku tidak menjawab.
“Kenapa? Eh, adikmu…siapa ya, namanya?”
“Ambar.”
“Ya, Ambar! Kuliah di mana?”
Aku mengedarkan pandanganku. Mataku kembali tertumbuk pada perempuan gila itu. Ia masih saja mengorek-ngorek tempat sampah. Namun kini, tangan kirinya menjinjing tas kresek hitam.
“Eh, adikmu sekarang di mana?”
“Adikku…perempuan gila itu…”

* * *

Jawa Pos, 14 Januari 2003

Detektif Monk dan Flu Biru

Judul : Monk-Detektif Monk dan Flu Biru
Penulis : Lee Goldberg
Penerjemah : Rika Sylfentri
Penyunting : Yudi Iswanto
Penerbit : Dastan Books
Cetakan pertama : November 2009
Tebal buku : 400 halaman

Kali ini Monk menghadapi kasus pembunuhan wanita-wanita muda yang sepatu sebelah kirinya diambil oleh pelaku. Aneh. Kenapa harus yang kiri? Belum tuntas menyelesaikan kasus itu, terjadi mogok kerja massal di kepolisian yang dinamakan 'Flu Biru'. Untuk mengatasi kekurangan personel, Monk diangkat oleh walikota menjadi kapten polisi yang memimpin Divisi Pembunuhan. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan polisi yang kena flu biru, tidak terkecuali Kapten Stottlemeyer.

Dalam menyelesaikan misinya sebagai kapten, Monk dibantu oleh tim khusus yang terdiri atas para detektif 'edan' yang sudah dibuang dari kepolisian. Monk dan tim barunya dipaksa bekerja keras, bahkan sejak hari pertama Monk menjadi kapten. Selain menyelidiki kasus pembunuhan 'sepatu kiri', Monk juga harus mengungkap misteri-misteri aneh lainnya, yaitu kematian seorang peramal yang cantik dan seksi, pembunuhan beberapa orang dengan tanggal dan tahun kelahiran yang sama, serta kematian seorang polisi rekan mereka.

Kalian yang suka nonton serial Monk, tidak ada salahnya membaca novel ini juga. Setahuku ini novel Monk ketiga yang berbahasa Indonesia, setelah kasus pemadam kebakaran dan liburan di Hawai. Kekonyolan, intrik, dan misterinya tidak kalah dengan yang di serial. Sama-sama menarik!

Minggu, 14 Maret 2010

Favorit

  • Seno Gumira Ajidarma adalah sastrawan, fotografer, dan kritikus film Indonesia. Karya-karya sastranya meliputi kumpulan cerpen, drama, novel, dan komik. Ia lahir di Boston, tanggal 19 Juni 1958. Cerpen-cerpennya muncul di harian Kompas, Media Indonesia, Republika, Koran Tempo, Majalah Matra, Djakarta!, Horison, dan Latitute. Selain menulis, ia juga mengajar di IKJ pada mata kuliah Penulisan Kreatif dan Kritik Film. Buku-bukunya yang diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama adalah Sebuah Pertanyaan tentang Cinta, Atas Nama Malam, Kematian Donny Osmond, dan Sepotong Senja untuk Pacarku. Cerpen "Sebuah Pertanyaan untuk Cinta" pernah difilmkan dan ikut serta dalam festival film JIFFEST (Jakarta International Film Festival). Karya SGA lainnya, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Saksi Mata, Wisanggeni Sang Buronan, Negeri Senja, Kalatidha, Biola Tak Berdawai, Penembak Misterius, Iblis Tidak Pernah Mati, dan Dunia Sukab.
  • Alberthiene Endah dikenal sebagai penulis yang sering membuat biografi tokoh Indonesia. Wanita kelahiran Bandung, 16 September ini pernah menulis biografi Krisdayanti dalam Seribu Satu KD, politikus Dwi Ria Latifa, raja sinetron Raam Punjabi, dan penyanyi Chrisye. Sarjana Sastra Belanda lulusan UI ini juga menulis cerita/skenario untuk pergelaran drama musikal Guruh Soekarno Putra, bertajuk Mahadaya Cinta. Selain biografi, ia juga menulis novel. Novel buah karyanya antara lain Jodoh Monica, Cewek Matre, Dicintai Jo, dan Jangan Beri Aku Narkoba… (JBAN) yang difilmkan dengan judul DETIK TERAKHIR. Mei 2005, JBAN terpilih sebagai Juara Pertama Adikarya Award 2005 IKAPI. Sebelumnya, novel ini juga mendapat penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Fan Campus dalam upaya pemberantasan narkoba. Alberthiene memiliki pengalaman delapan tahun bekerja di majalah Femina, kini penulis bekerja sebagai Redaktur Pelaksana majalah Prodo. Ia juga mengajar jurnalistik di Indonesia International Fashion Institute dan membentuk sekolah menulis FUN WRITING bersama Guruh Soekarno Putra.
  • Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti.Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa. Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.
  • Untuk kategori manga, aku suka karya-karya Kyoko Hikawa. Ada beberapa komik perempuan kelahiran 15 Februari 1957 ini yang aku koleksi, salah satunya via e-book yang aku scan sendiri. Kyoko yang lahir di Osaka, Jepang ini lebih banyak membuat manga ber-genre romance alias romantis alias serial cantik. Kyoko sangat menyukai kucing dan tidak cukup cuma satu ekor dipunyainya. Salah satu kegiatan favoritnya adalah melakukan sesuatu yang berguna untuk rumahnya. Kyoko membenci kecoak dan nyamuk. Beberapa karyanya: Serial Chizumi dan Fujiomi (Angin Musim Gugur, Pastel Mood, dan Golden Book), Dunia Mimpi (Far Away), Mr Friday, Girls, Miriam, Romantic Dream, Harmoni, dan Di Balik Jendela Putih. Satu lagi yang baru-baru aja terbit dan sampai sekarang belum jelas kelanjutannya, Fairy Tales: Motif Brocade.
  • Yu Asagiri, terlahir dengan nama Yuriko Takano yang juga bisa ditulis Yu Asagiri. Asagiri adalah penulis manga asal Tokyo, Jepang. Debut manga pertamanya pada 1976. Asagiri menerima Kodansha Manga Awarda pada 1987 untuk karyanya berjudul Nana Iru Majikku atau Seven Magic Flowers. Karyanya yang lain: Kakakku Sayang, Min-Min, Album Kenangan, Greatman, dan My Hero.
  • Yoko Matsumoto, satu lagi mangaka yang aku suka. Beberapa bukunya aku koleksi, dan setiap ada buku baru, aku usahakan dapat buat tambah-tambah koleksi. Yoko bagus dalam membuat cerita misteri. Beberapa karyanya: Cinderella Express, Strawberry, SOS, Door House, Black Collection, Missing Face, dan Death Massage.